RSUD Dr. Soediran Mangun Sumarso

Sejarah berdirinya RSUD Wonogiri secara singkat dapat diuraikan, bahwa sebelum dikelola oleh Pemerintah Kabupaten yang dulu disebut Pemerintah Swatantra, RSUD Wonogiri adalah milik Zending dan berlokasi di Kampung Sanggrahan, Kabupaten Giripurwo, Kecamatan Wonogiri. Pada akhir tahun 1942 Parentah Kraton Mangkunegaran secara de facto ikut mengelola keberadaan rumah sakit hingga akhir tahun 1950, yang selanjutnya pengelolaan dilimpahkan kepada Pemerintah Daerah Swatantra Tingkat II Wonogiri.

Oleh karena lokasi di Kampung Sanggrahan dalam jangka panjang tidak memenuhi persyaratan untuk pengembangan rumah sakit, berdasarkan hasil keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPRGR) dan Bupati Kepala Daerah Swatantra Tingkat II Wonogiri tahun 1955, diputuskan mencari alternatif baru untuk lokasi rumahsakit. Pada tahun itu juga, lokasi untuk rumah sakit telah diperoleh yaitu di Kampung Joho Lor, Kelurahan Giriwono, Kecamatan Wonogiri atau di Jalan Achmad Yani Nomor 40 Wonogiri hingga sekarang.

 


Berita

 

 

 

Dalam rangka melaksanakan program Jaminan Kesehatan Nasional , implementasinya adalah Faskes dalam hal ini RSUD dr. Soediran Mangun SUmarso harus bekerja sama dengan penyedia alat kesehatan di luar paket INA CBG's.

Untuk itu hari ini guna percepatan proses kerjasama tersebut telah di laksanakan penandatanganan kerjasama antara RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri dengan Jejaring RS dalam penyediaan alat kesehatan diluar paket INA CBG's.

Jaminan kesehatan nasional (JKN) merupakan bagian dari sistem jaminan sosial nasional (sjsn) yang diselenggarakan dengan menggunakan mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib (mandatory) berdasarkan undang-undang nomor 40 tahun 2004 tentang sjsn dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat yang layak yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah.

Badan penyelenggara jaminan sosial (bpjs) kesehatan adalah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan memiliki tugas berat untuk melaksanakan kebijakan ini.

Kami pun sebagai faskes rujukan memiliki tanggungjawab yang tidak mudah, sistem dan kebijakan baru dimanapun pasti ada kendala dan hambatan, namun kami selalu lakukan evaluasi tahap demi tahap sehingga menemukan ritme kerja yang baik untuk memperoleh hasil maksimal sesuai yang diharapkan, diungkapkan Direktur dr. Setyarini, M.Kes dalam sambutanya.

 

kemudian Direktur juga menyampaikan bahwa hari ini adalah hari bersejarah untuk rumah sakit, dimana untuk pertama kali dilaksanakan perjanjian kerjasama dengan penyedia alat bantu kesehatan diluar paket ina cbg’s sebagai amanah peraturan perundang-undangan dan amanah perjanjian kerjasama antara rsud dr. Soediran mangun sumarso dengan bpjs kesehatan.

Kami sangat menghargai dan berharap jalinan kerjasama ini dapat berjalan lancar sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam surat perjanjian.

Kerjasama dengan penyedia kacamata di kabupaten wonogiri ada empat penyedia yaitu

  1. Optik pranoto
  2. Optik ili
  3. New gendon optik, dan
  4. Optik sari asih baturetno wonogiri

Keempat penyedia telah dilakukan seleksi administrasi dan dinyatakan memenuhi oleh tim teknis kami, sehingga dapat dilanjutkan proses kerjasamanya, dan hari ini akan dilaksanakan penandatanganan kesepakatan tersebut. Bersamaan pula pada hari ini akan ditandatangangani perjajian kerjasama dengan penyedia alat bantu dengar sejumlah satu penyedia yaitu :  alka hearing wonogiri.

Kami pertegas lagi bahwa untuk kacamata diberikan paling cepat dua tahun sekali atau dengan indikasi medis minimal sferis 0,5d dan silindris 0,25 d dengan tarif maksimal yang bisa diganti adalah

  1. Pbi / hak rawat kelas 3: rp. 150.000,00
  2. Hak rawat kelas 2: rp. 200.000,00
  3. Hak rawat kelas 1: rp. 300.000,00

Selebihnya apabila peserta bpjs menginginkan yang lebih dari nilai tersebut diatas, kelebihanya menjadi tanggungjawab peserta itu sendiri.

Untuk alat bantu dengar diberikan paling cepat lima tahun sekali atas indikasi medis dengan tarif maksimal sebesar rp. 1.000.000,- dan selebihnya menjadi tanggungjawab peserta itu sendiri.

Hadirin tamu undangan yang berbahagia

Untuk kemudahan dalam proses pelaksanaan kerjasama ini saya mohon kepada penyedia optik dan penyedia alat bantu dengar yang telah bekerja sama dengan rumah sakit dr. Soediran mangun sumarso wonogiri  supaya sering berkoordinasi , karena dengan sistem yang baru ini membutuhkan pemahaman baik bagi peserta maupun petugas yang menangani.

Kami terbuka untuk bersama-sama memecahkan masalah saling berkoordinasi sehingga pelayanan kepada pasien dapat berjalan dengan mudah dan memuaskan, diungkapkan Direktur pada akhir sambutannya.

Acara penandatanganan dihadiri oleh masing-masing pimpinan penyedia didampingi beberapa karyawan pendamping, hadir pula perwakilan dari BPJS serta unsur menajemen dan komite medik serta Kepala Instalasi. Acara berjalan lancar dan kidmad, masa perjanjian berlaku mulai 1 Pebruari 2014. (humas rsud)

 

 

 

Luapan pasien mengharuskan manajemen rumah sakit untuk menyiapkan sarana prasarana. hari ini sudah ada 16 pasien yang masih tertahan atau menunggu di ruang perawatan IGD untuk di bawa ke bangsal perawatan, diungkapan Wadir Pelayanan dan Penunjang Medik dr. Pratikto Widodo, Sp.A. hal ini menunggu ruangan yang kosong karena memang penuh.

mensikapi hal tersebut Direktur sudah mengambil langkah untuk membuat bangsal perawatan sementara, namun tetap sesuai standar pelayanan rumah sakit.

ini mulai dikebut untuk penyediaan ruangan, kira-kira dalam minggu ini sudah siap untuk 6 kapasitas tempat tidur yang siap dioperasionalkan, terang Direktur didampingi Wadir Pelayanan dan Penunjang medik serta Kabag Perencanaan Program.

dalam berita sebelumnya Direktur bersama jajaran manajemen menyiapkan bangsal perawatan di selasar antara ruang mawar dan ruang kenanga guna menampung luapan pasien agar mendapatkan perawatan yang lebih baik. (humas.rsud)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Memperingati hari ulang tahun RSUD dr. SOediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri Direktur serahkan tali asih pada anak pertama pasangan Ny. Suwarti dan Tn. Marjuki warga Wonokarto RT 02/04 Wonogiri. Anak laki-laki dengan berat 2050 gr dan panjang 48 cm lahir sehat di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso pada hari Senin Tanggal 13 Januari 2014 Jam 12.55 WIB bertepatan dengan hari ulang tahun RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri yang ke 58 Tahun 2014.

ini wujud syukur dan tali asih sebagai peringatan berdirinya rumah sakit ini, semoga memberikan barokah dan manfaat bagi semua orang, diungkapkan oleh Direktur RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri Ibu dr. Setyarini, M.Kes didampingi Wadir Pelayanan dan Penunjang Medik Bapak dr. Pratikto Widodo, Sp.A. (humas rsud)

 

 

Dalam rangka meningkatkan pelayanan dan menampung masukan dari bawahan serta memantau kondisi lapangan di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso secara rutin jajaran Direksi RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri melaksanakan kunjungan keliling ke semua unit pelayanan.

Setiap hari setelah apel pagi kami usahakanuntuk berkeliling memantau pelayanan dan menerima saran masukan dari staf, ini dilaksanakan sebagai evaluasi sekaligus koreksi untuk peningkatan mutu pelayanan ke depan, begitu diutarakan oleh Direktur RSUD dr. Soediran MS, Ibu Setyarini, MKes. Dokter lulusan UGM Yogyakarta ini juga mengatakan kunjungan berkeliling ini selalu didampingi oleh jajaran Kabag Kabid di RSUD supaya secara langsung keluhan dan masukan baik dari staf maupun dari pasien atau keluarga pasien bisa langsung ditangani dengan segera.

hari ini kami mendapatkan masukan guna menampung pasien yang membludak kami sudah perintahkan Kabag Umum untuk membuat bangsal sementara di selasar antara ruang mawar dan kenanga. ini luas bisa muat sekitar 6 s.d 8 tempat tidur, lantainya sudah memenuhi syarat nanti dibuat penutup samping dengan triplek agar ruangan menjadi nyaman untuk pasien, tutur Direktur didampingi para Wadir dan Kabag/Kabid RSUD dr. Soediran. (humas RSUD)

 

 

RUMAH SAKIT KEWALAHAN TAMPUNG PASIEN

Pelayanan dan profesionalisme RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri yang makin hari semakin membaik menumbuhkan kepercayaan kepada masyarakat. Hal ini segaris dengan upaya pihak manajemen rumah sakit dalam melakukan koreksi dan pembenahan terhadap kinerja nya dari tahun ke tahun.

Evaluasi kinerja rumah sakit tahun 2013 menunjukkan tren positif pada sisi tingkat kepercayaan terhadap kualitas pelayanan pada rumah sakit. Hari demi hari menunjukkan kuantitas pasien yang berobat ke rumah sakit semakin meningkat bahkan hari ini rumah sakit sempat kewalahan dalam menampung pasien, bukan karena sumber daya manusia yang menangani tetapi prasarana ruang dan bed yang over capasity atau tidak bisa menampung pasien yang masuk.

dr. Adhi Dharma, MM selaku Kebid pelayanan medik yang langsung turun tangan dalam mengatasi antrian pasien ini mengambil langkah untuk sementara pasien akan ditampung di IGD dengan menyediakan bed pasien cadangan sambil menunggu pasien yang akan pulang untuk digantikan.

Esok akan diupayakan untuk memanfaatkan sisa ruang yang ada di bangsal untuk bisa menampung pasien. “kita akan berupaya menambah tempat untuk pasien kelas 3 dengan memanfaatkan sisa ruang yang ada semaksimal mungkin tanpa mengurangi kualitas pelayanan dan penanganan yang komprehesif kepada pasien.” begitu diungkapkan mantap kepala Puskesmas Selogiri ini (humas.rsudwonogiri)


Copyright © 2011 All Right Reserved, RSUD Soediran Mangun Sumarso.
Powered by Pirantika Team